Persaingan harga foto pre wedding dan foto wedding

On March 22, 2014
Persaingan harga foto pre wedding dan foto wedding 3.50/5 (70.00%) 4 votes

Bisnis pernikahan memang sudah menjadi salah satu komoditi bisnis yang sangat menarik, dengan adanya perubahan tren dan permintaan pasar yang selalu ada setiap bulannya, hal ini tentu menjadi peluang tersendiri yang  dilihat oleh banyak vendor pernikahan mulai dari karangan bunga, gedung, catering hingga jasa dokumentasi foto dan video. Salah satu yang menarik dari bisnis ini adalah adanya persaingan harga dan promosi yang gencar dilakukan oleh masing – masing vendor. Tentu sudah bukan rahasia lagi, jika persaingan itu pun lama – lama dirasakan menjadi persaingan yang tidak sehat terutama untuk foto pre wedding dan foto wedding. Kenapa saya bisa mengatakan bahwa persaingannya cenderung tidak sehat? Karena yang umum terjadi adalah persaingan harga yang saling menjatuhkan. Si A membuat paket dokumentasi dengan harga 200 maka dalam waktu sebentar akan muncul paket harga dari si B dengan 175 kemudian disusul dengan si C yang mengeluarkan paket harga 100. Sebagai salah satu pekerja di bisnis ini, saya sedikit khawatir dengan keadaan yang terjadi, karena jika persaingan tidak sehat ini terus berlanjut, sebenarnya selain dari sisi pemain, tentu dari sisi klien juga akan dirugikan. Dari sisi pemain kenapa bisa dirugikan, toh selama harga paket itu dirasa masih menguntungkan, tentu tidak masalah kan? Kita bicara dari sisi bisnis, jika kita sebagai pemain pun tidak pernah serius memikirkan margin keuntungan dari setiap pekerjaan yang kita lakukan, bagaimana kita bisa mengharapkan bisnis kita akan bertumbuh dan berkembang semakin besar? Margin keuntungan dengan cara bersaing saling menjatuhkan harga, tentu akan lebih kecil dan semakin mengecil setiap kali kita jatuhkan harga. Dan ingat, selain investasi alat serta waktu yang kita miliki, dalam bisnis secara logika menurunkan harga tentu lebih gampang dibanding saat kita ingin menaikkan harga kita. Kita bisa membuat program promosi, diskon dan potongan harga dibandingkan dengan bersaing menjatuhkan harga. Dari sisi konsumen, kerugian terbesar yang dialami konsumen adalah dari sisi kualitas. Bukan rahasia umum bahwa dengan harga yang seminim mungkin suatu produksi pasti akan ada bagian – bagian tertentu dari proses produksi yang mengalami perampingan. Mungkin dari kualitas album foto yang diberikan, dari kualitas cetak foto atau yang paling signifikan adalah dari segi kualitas foto itu sendiri. Secara psikologi, memotret dengan harga yang memang layak dan memotret dengan harga setengah pasti kita akan lebih total serius mengerjakan dengan harga yang layak. Apakah ini jenis bisnis jasa yang kita ingin berikan kepada konsumen kita? Semoga bermanfaat.

Originally posted 2013-06-12 08:12:42.

Persaingan harga foto pre wedding dan foto wedding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 − four =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>