SAMSUNG NX10, Kecil tidak selalu minimalis

On March 22, 2014
SAMSUNG NX10, Kecil tidak selalu minimalis 3.67/5 (73.33%) 3 votes

Artikel fotografi kali ini mencoba menuliskan kembali dari karya tulisan saya tentang review kamera.

Dunia fotografi tanah air kembali dimanjakan oleh kehadiran sebuah kamera digital keluaran pabrikan SAMSUNG, NX 10. Kamera seri terbaru ini menawarkan solusi terbaru dengan bentuknya yang kompak menyerupai kamera saku namun memiliki kualitas operasional dan hasil layaknya sebuah kamera SLR.

Kendala yang selama ini ada pada kamera saku seperti tidak adanya jendela bidik (view finder) dan kendala pada kamera SLR yaitu dimensi body kamera (besar dan berat), coba dijawab oleh SAMSUNG NX 10, dengan menghilangkan mirror box yang menjadikan kamera ini memiliki ukuran dimensi lebih kecil, lebih ringan. Kamera SAMSUNG NX 10 bisa dikategorikan sebagai kamera SLD (single lens direct).

SAMSUNG NX 10 telah menggunakan teknologi LIVE VIEW DISPLAY, yang dapat dilihat pada sisi belakang body kamera, dengan layar AMOLED 3 inci. Selain itu, pada view finder kamera telah dilengkapi dengan 921.000 dot pixel. Salah satu kecanggihan kamera ini adalah hadirnya sensor dibawah view finder, menjadikan penggunaan power (baterai) yang lebih hemat karena sensor ini akan otomatis menon-aktifkan LIVE VIEW DISPLAY saat mata menempel pada view finder.

ISO yang diberikan pada kamera ini mulai dari 100 sampai 3200, dengan ukuran diagonal sensor 28,1 mm. Ukuran sensor ini berpengaruh pada tingkat toleransi sensitivitas tinggi dan noise level yang rendah. Dengan 9 pilihan ukuran resolusi foto, mulai dari 1472 x 976 (1.4 MP, 3:2) hingga 4592 x 3056 (14.0 MP, 3:2).

Tidak seperti mayoritas kamera SLR yang memiliki fungsi stabilisator, SAMSUNG menghilangkan fungsi stabilisator pada bodynya (in body stabilization) namun tetap mempertahankan salah satu ciri kamera SLR yaitu lensa yang dapat diganti – ganti. Sebagai pelengkap awal, SAMSUNG memberikan 3 varian lensa. 18-55mm f/3.5-5.6 dan 50-200mm f/4-5.6 ( dengan fungsi stabilisator (optically stabilized zooms) dan lensa 30 mm f/2.0 tanpa fungsi stabilisator (unstabilized). Layaknya sebuah kamera SLR yang mampu bongkar pasang lensa maka tidak ketinggalan, NX 10 pun menyertakan teknologi dust reduction system, yang secara otomatis dapat membersihkan sensor dari debu ketika aktivitas bongkar pasang lensanya.

SPESIFIKASI DETIL

SENSOR

- NX 10 menggunakan sensor CMOS keluaran Samsung.

- Untuk pemakaian di dalam ruangan (indoor) dengan pencahayaan lampu incandescent kisaran 100 watt, NX 10 menghasilkan warna yang sangat hangat pada settingan kamera Automatic White Balance. Sedangkan ketika setting diubah menjadi 2600K, warna cenderung agak kehijauan.

- Untuk pemakaian di luar ruangan (outdoor) dengan pencahayaan matahari,ketika setting di pasang pada Automatic White Balance, warna cenderung tampak lebih dingin (kebiruan). Saat setting diatur pada Manual White Balance, kompensasi yang diperlukan NX 10 adalah +0.3EV eksposure untuk menghasilkan foto dengan zone system yang merata, sedangkan pada pengukuran dengan kamera lainnya,diperlukan kompensasi hingga +0.7EV.

ISO DAN NOISE

- Pada pemakaian ISO 100 dan 200, noise yang muncul masih bisa dikatakan rendah. Namun pada pemakaian ISO 400, tingkat noise mulai meningkat. Bisa dikatakan, tidak adanya sistem pengaturan noise reduction (NR) kecuali pada ISO 3200,cukup mempersulit bagi yang kurang menyukai hadirnya noise pada foto. Sayangnya, fungsi sistem pengaturan noise reduction (NR) pada ISO 3200 ini pun kurang maksimal karena hanya tersedia fungsi On/Off saja tanpa ada custom setting kecuali default bawaan dari kamera.

DETEKSI WAJAH

- Hadirnya fungsi FACE DETECTION boleh dibilang cukup menarik dan berfungsi, karena dengan adanya fungsi ini,kita dapat melakukan pengaturan untuk pemotretan model/manusia dimana setting kita atur pada Portrait and Beauty Shot scene atau ketika Face Detection AF diaktifkan. Fungsi ini memudahkan kita mengontrol pencahayaan agar tidak under expose ataupun over expose pada wajah model, mengaturnya agar memiliki tonal warna dan tingkat kontras yang hampir sama dengan object di sekitarnya.

LENSA 18-55mm

- Pada saat pemotretan, jika dilihat lebih mendetil maka akan tampak bahwa gambar yang dihasilkan menggunakan lensa ini, untuk pemotretan sudut lebar penuh (full wide angle), bagian kanan akan tampak lebih soft (blur) dibandingkan bagian sebelah kiri.

TINGKAT DISTORSI LENSA

- Lensa NX 10,18-55mm memiliki tingkat distorsi yang bisa dikategorikan tinggi jika dibandingkan lensa SLR yang lainnya. Baik itu untuk pemotretan tele maupun pemotretan sudut lebar (wide angle). Tingkat distorsi ini sekitar 0,6 persen pada pemotretan tele dan 0,9 persen pada pemotretan sudut lebar (hasil benchmark lensa,source google).

BUILT IN FLASH

- Penggunaan built in flash,terkendala pada satu masalah yaitu diameter besaran lensa menyebabkan pada pemakaian built in flah, bayangan dari lensa akan mengganggu karena menimbulkan bayangan setengah lingkaran pada obyek yang kita foto. Sebaiknya untuk pemotretan yang memerlukan flash, terutama untuk pemotretan medium close up, pemakaian external flash akan lebih menolong.

- Kecepatan yang masih bisa ditoleransi oleh built in flash NX 10 adalah pada 1/180s, untuk kecepatan di atas itu (1/200s ke atas) besar kemungkinan akan timbul efek paralux (efek dimana flash hanya mampu menerangi setengah dari obyek yang difoto, sedangkan bagian gelap yang timbul lebih dikarenakan tidak terexpose oleh flash).

- Jarak maksimal yang masih mampu dijangkau oleh built in flash ini adalah sekitar 11 meter dari posisi kamera.

KECEPATAN FOKUS DAN SHUTTER

- Untuk anda yang telah terbiasa menggunakan kamera SLR Digital, kecepatan fokus tiap obyek dan kecepatan shutter pada NX 10 akan terasa lebih lambat. Baik pada pemotretan sudut lebar maupun pada pemotretan close up. Meskipun kecepatan shutter ini juga dipengaruhi oleh kecepatan memory card yang digunakan (untuk catatan, penulis mencoba pemotretan menggunakan memory card SD card Sandisk Extreme III 30Mb/sec, kecepatan ini akan berbeda- beda pula hasilnya, bergantung pada memory card yang digunakan).

- Pemakaian mode Auto Fokus dan mematikan mode Auto Fokus, tidak berpengaruh signifikan pada kecepatan fokus dan kecepatan shutternya.

- Pengukuran kecepatan ini juga terasa saat menyalakan ataupun mematikan kamera (On/Off), dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk loading semua menu menunya.

- Namun jika dibandingkan dengan kamera sejenis di kelasnya, NX 10 boleh dikatakan memiliki kecepatan yang lebih bagus.

KESIMPULAN

Bagi penggemar fotografi maupun bagi amatir sekalipun, kamera SAMSUNG NX 10 bisa dikatakan sebagai kamera yang mudah pengoperasiannya, ringan dan mudah dibawa namun tetap memiliki keunggulan – keunggulan yang tidak akan didapatkan pada kamera saku. Hasil yang cukup bagus dengan warna – warna serta tingkat kontras yang memuaskan, apalagi untuk yang hobi travelling (jalan – jalan). Tapi selalu tidak ada teknologi yang sempurna, demikian juga dengan kamera SAMSUNG NX 10, hadirnya kamera dengan pilihan lensa yang terbatas (hanya 3) mungkin dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi yang berniat belajar fotografi secara lebih serius. Dengan harga yang ditawarkan oleh pabrikan SAMSUNG dan fitur – fitur yang diberikan, dapat dikatakan bahwa kamera SAMSUNG NX 10 adalah kamera murah yang tidak minimalis.

Note : Artikel tulisan saya (Review SAMSUNG NX 10)  ini telah diterbitkan oleh Majalah Digital Camera edisi bulan Oktober 2010

Salam Fotografi,

Ricardo de Melo

Originally posted 2010-12-19 17:47:25.

SAMSUNG NX10, Kecil tidak selalu minimalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− six = 1

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>