Tas murah atau tas murahan

On March 22, 2014
Tas murah atau tas murahan 4.00/5 (80.00%) 6 votes

Sebenarnya saya agak geli saat menuliskan artikel ini. Jujur saya mendengar percakapan dua orang sahabat yang sepertinya berasal dari luar kota, saat mereka tengah asik berbelanja di Pasar Klewer Solo, salah satunya mencari produk tas murah berupa tas batik. Kenapa saya geli? Ya karena percakapan yang saya dengar adalah tentang sedikit kekesalan dan kekecewaan dari si A (sebut saja nama dua orang sahabat itu si A dan si B).

Jadi ceritanya mereka hari ini jalan dan berbelanja lalu membeli tas di pasar tekstil terbesar di Asia yaitu Klewer. Si A dengan sangat bangga memamerkan kepada si B tentang tas yang baru saja dibelinya. Tapi setelah dipegang dan diteliti si B, mereka berdebat. Rupanya sehari sebelumnya, mereka berdua sempat berkunjung ke Batik Keris di Solo, dan tertarik dengan salah satu model tas yang ada disana, tapi karena pertimbangan masalah harga ( yang mungkin menurut mereka mahal), mereka tidak membelinya.

Esoknya si A membeli model tas yang sama dengan harga yang bisa dikatakan hampir sepersepuluh dari harga yang mereka dapati kemarin. Nah saya teringat reaksi spontan si B saat memegang tas yang dibeli temannya. “Ini sih namanya bukan murah, tapi murahan” Ya nampaknya kata ‘murah’ tidak melulu hanya soal harga tapi ada kalanya kita harus mempertimbangkan bahan batik tersebut, kehalusan tingkat pengerjaan serta kerapiannya juga jangan lupa corak atau motif yang ditawarkan.

Originally posted 2013-06-09 18:52:52.

Tas murah atau tas murahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ 7 = ten

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>